Rabu, 06 November 2013

Analisis Jurnal Ilmiah (Skripsi)



 Efektivitas Model Pembelajaran Quantum Learning dengan Berbantuan LKPD Materi Pokok Segiempat Pada Kelas VII
Lusi Indriyani
Prodi Matematika FKIP Universitas Pekalongan
Jl. Sriwijaya No. 3 Pekalongan 51115

ABSTRAK
            Dalam pembelajaran matematika sering ditemukan beberapa permasalahan, yaitu peserta didik masih kurang memahami konsep dan kesulitan dalam mengerjakan soal-soal matematika, sehingga dapat mengakibatkan hasil belajar peserta didik lebih rendah dibandingkan mata pelajaran yang lain. Selain itu dalam pelaksanaan pembelajaran, guru masih sering menggunakan model pembelajaran langsung, sehingga peserta didik cenderung pasif menerima pelajaran dan cepat bosan. Oleh karena itu guru dalam mengajar matematika perlu memilih model pembelajaran yang lebih bervariasi lagi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif model pembelajarannya yaitu pembelajaran quantum learning.
            Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran quantum learning lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran langsung? Dan apakah rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran quantum learning mencapai ketuntasan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran quantum learning lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran langsung dan Untuk mengetahui rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran quantum learning mencapai ketuntasan.
Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Batang dengan populasi peserta didik kelas VII dan terpilih dengan sampel kelas VII C sebagai kelas eksperimen yakni kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum learning dan kelas VII D sebagai kelas kontrol yakni kelas yang menggunakan model pembelajaran langsung. Dalam analisis data yang digunakan adalah data hasil belajar matematika materi pokok segiempat, yaitu jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji-t.
            Setelah dilakukan analisis data hasil belajar menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dari hasil belajar kelas kontrol ditinjau dari rata-rata hasil belajarnya. Hasil analisis data pada rata-rata hasil belajar menunjukkan pada α = 5% dengan dk = 40 + 40 – 2 = 78 diperoleh ttabel = 1,991 < thitung = 4,36025 sehingga H0 ditolak. Kesimpulannya bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.
            Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan Sebagai bahan masukan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika, dan Perlu dilaksanakan penelitian pada materi pokok lain khususnya pada mata pelajaran matematika.

Kata kunci: Quantum Learning dan Hasil Belajar
Quantum learning merupakan salah satu cara membelajarkan peserta didik yang digagas oleh Potter. Melalui quantum learning peserta didik akan diajak belajar dengan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga peserta didik akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya. Quantum learning adalah seperangkat model dan falsafah belajar yang terbukti efektif di sekolah dan bisnis untuk semua tipe orang yang pertama kali digunakan di Supercamp (Potter, 2010: 15). Bahan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini didukung oleh kajian penelitian pendukung.
1.    Penelitian oleh Zaenal Arifin (2011), menunjukkan bahwa:
a.    Pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar peserta didik memiliki tingkat signifikansi 5%.
b.    Pengaruh tingkat aktivitas belajar terhadap prestasi belajar peserta didik pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar dengan tingkat signifikansi 5%.
c.    Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan aktivitas belajar matematika peserta didik terhadap prestasi belajar pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar dengan tingkat signifikansi 5%.
2.    Penelitian oleh Hermawan Widyastantyo (2007), menunjukkan bahwa penerapan metode Quantum Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA (Sains) yang ditunjukkan oleh perbandingan rata-rata hasil belajar yang dicapai antara siklus I, siklus II, dan siklus III.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 61). Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII semester genap SMP N 09 Batang tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dalam hal ini diperoleh kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol.
Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Dimana variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran quantum learning, dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika materi pokok segiempat. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar peserta didik. Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar peserta didik yang dilakukan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol SMP Negeri 09 Batang.
Cara pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh daftar nama peserta didik dan daftar nilai peserta didik semester 1 di SMP Negeri 09 Batang. Sedangkan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar matematika khususnya pada pokok bahasan segiempat. Tes diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol dan hasil tes peserta didik kemudian dianalisis oleh peneliti untuk menentukan rata-rata persentase hasil tes dan juga untuk mengetahui persentase ketuntasan belajar peserta didik dalam satu kelas.
          Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 9 Batang maka diperoleh data hasil penelitian yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan simpulan yang berlaku untuk populasi penelitian
1.         Analisis Data Awal
a.    Uji Normalitas
            Untuk mengetahui normalitas populasi dilakukan dengan menggunakan uji normalitas. Normalitas dapat diuji dengan chi-kuadrat pada taraf signifikan 5%. Kriteria dalam uji normalitas ini, yaitu X2hitung X2tabel. Maka data berdistribusi normal.
Tabel 4.1 Ringkasan Uji Normalitas Data Awal
Kelas
X2hitung
X2tabel
VII A
6,42019
7,815
VII B (Uji Coba
5,85937
VII C (Eksperimen)
2,078
VII D (Kontrol)
4,43675
Dari perhitungan uji normalitas, untuk taraf signifikan 5% dengan dk = 6 – 3 = 3 maka X2tabel = 7,815. Karena X2hitung < X2tabel sehingga H0 diterima. Kesimpulannya bahwa keempat kelas tersebut berdistribusi normal.
b.    Uji Homogenitas
            Berdasarkan uji homogenitas diperoleh varians = 3,2863198. Untuk α = 5% dengan dk = 4 – 1 = 3 diperoleh X2tabel = 7,815. Karena X2hitung < X2tabel sehingga H0 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa keempat kelas berasal dari populasi yang variansnya sama (homogen).
c.    Uji Kesamaan Dua Rata-rata
            Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata data awal antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung = 0,502854 dengan dk = 40 + 40 – 2 dan taraf nyata 5% maka diperoleh ttabel = 1,991 maka H0 diterima artinya tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
2.         Analisis Data Akhir
a.    Uji Normalitas
            Dari perhitungan data kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan rata-rata = 72,3; simpangan baku = 7,039085; skor tertinggi = 84; skor terendah = 56; banyak kelas interval = 6; dan panjang kelas interval = 4,45378 diperoleh X2hitung = 4,06289 dengan banyaknya data (n) 40, dan dk = 6 – 3, diperoleh X2tabel =7,815 dengan demikian X2hitung < X2tabel maka H0 diterima, ini berarti nilai belajar matematika kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil perhitungan untuk kelas kontrol setelah diberi perlakuan dengan rata-rata = 65,8; simpangan baku = 6,272447; skor tertinggi = 80; skor terendah = 52; banyak kelas interval = 6; panjang kelas interval = 4,45378 diperoleh X2hitung = 3,49578 dengan banyaknya data (n) 40, dan dk = 6 – 3, diperoleh X2tabel = 7,815. Dengan demikian X2hitung X2tabel maka H0 diterima, ini berarti nilai hasil belajar matematika kelas kontrol berdistribusi normal.
b.    Uji Homogenitas
Berdasarkan uji homogenitas diperoleh varians = 0,517522. Untuk α = 5% dengan dk = 4 – 1 = 3 diperoleh X2tabel = 7,815. Karena X2hitung < X2tabel sehingga H0 diterima, maka disimpulkan bahwa kedua kelas mempunyai varians yang sama (homogen).
c.    Uji Beda Rata-rata
            Dari perhitungan data kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dengan rata-rata hasil belajar = 72,3; varians = 49,548718 banyaknya data (n) 40 dan kelas kontrol dengan rata-rata hasil belajar = 65,8; varians = 39,34359 banyaknya data (n) 40 diperoleh varians gabungan (s2) = 44,4462 dan simpangan baku gabungan (s) = 6,666795, maka thitung = 4,36025. Selanjutnya membandingkan thitung dengan ttabel.
            Pada α = 5% dengan dk = 40 + 40 -2 = 78 diperoleh ttabel = 1,991. Karena thitung = 4,36025 > ttabel = 1,991 maka H0 ditolak. Dengan demikian ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas kontrol.
d.   Uji Ketuntasan Belajar
            Hasil perhitungan uji ketuntasan belajar kelas eksperimen setelah diberi perlakuan diperoleh 39 peserta didik yang mencapai KKM; jumlah peserta didik kelas eksperimen (n) 40 dengan proporsi yang ditentukan 74,5%. Dari data tersebut diperoleh nilai zhitung = 3,33741 dengan α = 5% diperoleh ztabel = 1,64. Karena zhitung > ztabel, maka H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa proporsi peserta didik yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan 60 melampaui 74,5%.
Hasil perhitungan uji ketuntasan belajar kelas kontrol setelah diberi perlakuan diperoleh 36 peserta didik yang mencapai KKM; jumlah peserta didik kelas eksperimen (n) 40 dengan proporsi yang ditentukan 74,5%. Dari data tersebut diperoleh nilai zhitung = 2,249124 dengan α = 5% diperoleh ztabel = 1,64. Karena zhitung > ztabel, maka dapat dsimpulkan bahwa proporsi peserta didik yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan 60 melampaui 74,5%.
Penelitian ini diawali dengan menganalisis kemampuan awal peserta didik, yaitu nilai ulangan matematika semester 1 kelas VII SMP Negeri 9 Batang. Setelah dilakukan analisis data awal, hasilnya menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, kedua kelas homogen dan mempunyai kesamaan rata-rata sehingga dapat disimpulkan bahwa pada kedua kelas yang dijadikan sampel mempunyai kondisi awal yang sama dan akan dilakukan perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran quantum learning berbantuan LKPD dan kelas kontrol diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
Setelah kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, kemudian kedua kelas diberi evaluasi soal yang sama untuk mengetahui hasil belajar matematika peserta didik pada masing-masing kelas. Soal evaluasi berbentuk pilihan ganda yang sebelumnya telah diuji cobakan pada kelas uji coba dan setelah dianalisis hasilnya, ternyata diperoleh dari 35 butir soal yang diujikan hanya 25 soal yang dipakai sebagai tes akhir. Hasil tes akhir yang digunakan sebagai data akhir penelitian. Indikator yang ada pada kisi-kisi telah terpenuhi semua dalam 25 butir soal yang sesuai dengan kisi-kisi yang telah dipersiapkan.
Berdasarkan hasil belajar matematika pada kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata dan uji ketuntasan terhadap semua data yang ada. Hasil analisis data akhir, yaitu hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa data masing-masing kelas berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama (homogen).
Berdasarkan analisis data seperti yang telah diuraikan di atas ddiketahui bahwa dari uji-t diperoleh thitung = 4,36025 selanjutnya thitung dikonsultasikan dengan kriteria pengujian dengan α = 5% dan dk = 40 + 40 – 2 = 78 diperoleh ttabel = 1,991. Karena thitung > ttabel yang berarti H0 ditolak, dengan penolakan ini berarti ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar matematika antara peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran quantum learning berbantuan LKPD dengan peserta didik yang diajar model pembelajaran langsung pada materi segiempat kelas VII semester 2 SMP Negeri 9 Batang Tahun pelajaran 2011/2012.
Sedangkan untuk ketuntasan belajar (proporsi), kelas eksperimen lebih besar yaitu zhitung = 3,33741 dan kelas kontrol yaitu zhitung = 2,249124 dengan ztabel = 1,64 maka peserta didik yang mendapat nilai ≥ 60 mencapai lebih dari 74,5 % baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Berdasarkan rata-rata kelas eksperimen 72,3 dan kelas kontrol 65,8. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran quantum learning berbantuan LKPD lebih baik dari pada peserta didik yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran langsung pada materi pokok segiempat kelas VII semester 2 SMP Negeri 9 Batang Tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini disebabkan karena ada perlakuan yang berbeda terhadap sampel. Pada kelompok eksperimen proses pengajaran yang menggunakan model pembelajaran quantum learning, dalam proses pembelajaran peserta didik tidak hanya sebagai pendengar tetapi dengan bantuan LKPD peserta didik dapat memahami konsep dengan baik sehingga peserta didik lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan akan berpengaruh besar terhadap hasil belajar.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:
1.        Rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran quantum learning lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran langsung.
2.        Hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran quantum learning mencapai ketuntasan.


Daftar Pustaka
 Arifin, Zaenal. 2011. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Pendekatan Quantum Learningpada Materi Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Aktivitas Belajar Matematika peserta didik terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 13 Surakarta Tahun Pelajaran. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2010/2011” http://digilib.fkip.uns.ac.id/contents/skripsi.php?id_skr=1881.
Widyastantyo, Hermawan. 2007. Penerapan Metode Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA (SAINS) Bagi Siswa Kelas V SD Negeri Kebonsari Kabupaten Temanggung. Skripsi. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Depoter, Bobbi dan Mike Heracki. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman. 2010. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.
Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung: Tarsito.
Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
 Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bndung: Alfabeta
 Tim Penyusun. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar